Tips Foto MilkyWay di Bromo | Kuasai 4 Langkah Ini

0
144

Assalamualaikum Wr. Wb

Milky Way Gunung Bromo, salah satu keunikan lainnya dari Gunung Bromo selain Kawah dan Sunrise bisa kamu temui hanya saat gelap malam, adalah bisa menyaksikan kumpulan dari jutaan bintang yang memiliki volume seperti debu dan juga gas yang terletak di piringan / bidang galaksi (Milky Way), kira menyebutnya sebagai Galaksi Bima Sakti. Fenomena alam ini bisa juga kamu saksikan sekaligus saat wisata di Gunung Bromo, tidak hanya untuk menyaksikan, penting juga bisa mengabadikan keajaiban alam ini, cukup dengan kamera dari smartphone atau hp mu sendiri.

1# Gunakan Fitur Kamera Smartphone Dengan Fitur Manual Mode

Memotret gugusan bintang dan milky way di Gunung Bromo dengan kamera hp memerlukan bantuan fitur kamera smartphone yang memilih mode manual. Karena kita akan memotret pada kondisi yang gelap dengan obyek bintang berada di lokasi yang jauh, memerlukan beberapa pengaturan khusus dari kamera hp, yang tidak bisa diwakili oleh mode otomatis.

Pastikan mode manual smartphone kamu memiliki fungsi pengaturan ISO, shutter speed dan white balance ya agar bisa menangkap cahaya bintang-bintang di angkasa

Jika kamera HP Smartphone standarmu tidak menyediakan pengaturan manual mode, jangan kuatir di aplikasi Play Store tersedia cukup banyak pilihan. 5 aplikasi kamera manual android yang umum dipakai adalah Camera FV-5, Manual Camera, A Better Camera, Open Camera dan DSLR Camera Pro. Silahkan pilih salah satu diantaranya yang kamu minati.
Mulai Mengatur Kamera Pengaturan Manual..

Aperture atau Bukaan, yang berfungsi sebagai jendela tempat cahaya masuk. Bukaan disimbolkan sebagai f (f5.0, f4.0, f3.0). Semakin kecil angka bukaan berarti semakin lebar jendela pada kamera terbuka yang berarti juga semakin peka menerima cahaya yang masuk.

ISO, adalah sensitivitas sensor kamera dalam menerima cahaya yang masuk. Didalam kamera tertulis dengan sederet pilihan angka-angka mulai ISO 100, 200, 400, 800, 1600 dan seterusnya. Semakin besar angkanya semakin sensitif sensor kamera dalam penerimaan cahaya.

Shutter Speed, atau biasa disebut dengan kecepatan rana. yakni waktu dan kecepatan sensor yang diperlukan dalam penerimaan cahaya. Umumnya disimbolkan sebagai huruf S atau ikon rana. Pengaturan kecepatan rana harus disesuaikan dengan bukaan dan ISO.

2# Cari Waktu Yang Tepat dan Lokasi Yang Ideal dan Jauh dari Cahaya

Kapan?, pastinya malam hari atau saat langit tanpa terang bulan. Kondisi idealnya adalah saat langit bener-bener cerah tanpa awan dan hujan serta gelap kecuali cahaya bintang-bintang. Musuh utama ingin menangkap cahaya dari bintang adalah kondisi cahaya di sekitar kita, karena jika berada di tempat yang masih cukup banyak cahaya, sensor kamera akan kesulitan menangkap satu-satunya sumber cahaya di langit. Waktu yang tepat melihat fenomena Milky Way Gunung Bromo adalah disaat cuaca cerah tanpa awan antara pukul 21.00 – 04.00 WIB dini hari. Fenomena Milky Way Gunung Bromo yang sempurna bisa terjadi saat musim kemarau pada bulan April sampai dengan September.

3# Wajib Gunakan Tripod, Kecuali Pengen Gambar Blur

Satu lagi perlengkapan yang wajib kamu siapkan adalah tripod. Saat mengambil foto bintang di langit, kamera smartphone akan menggunakan kemampuan long exposure yang artinya lensa kamera akan menangkap cahaya dengan waktu yang lebih panjang dalam situasi yang tetap alias tidak bergeser atau goyang.

Sehingga, jika smartphone bergerak sedikit saja bakal mengakibatkan foto yang kamu ambil blur dan gagal lho!

4# Sempurnakan dengan Aplikasi Edit Photo

Setelah kamu berhasil menangkap gambar bintang atau milky way di langit Gunung Bromo, proses berikutnya adalah mempercantik foto yang kamu dapat dengan aplikasi smartphone salah satunya Adobe Lightroom yang bisa kamu download gratis di Play Store bagi pengguna android.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here