Taman Sari | Pemandian Para Ratu

0
152

Assalamualaikum Wr. Wb

Udah lama banget saya ingin mengunjungi Istana Air Taman Sari Jogjakarta. Sewaktu kami Trip ke Jogjakarta, sebetulnya sudah dimasukan dalam itinerary untuk mengunjungi Istana Air Taman Sari Jogjakarta ini. Namun apa daya, enggak sempat karena kebanyakan belanja

Jadilah sebelum pulang ke Jakarta dengan pesawat jam 1 siang, pagi hari kami naik becak dari Gallery Prawirotaman Hotel menuju Taman Sari. Bapak tukang becak meminta bayaran Rp 25 ribu satu kali jalan. Tanpa menawar, kami langsung setuju.

Ternyata kami diturunkan di tempat khusus, dimana beberapa pemandu sudah menunggu. “Becak cuma boleh parkir disini Bu” begitu penjelasan bapak tukang becak. Kami percaya aja, lagian memang lebih asik mengunjungi Istana Air Taman Sari Jogjakarta ini menggunakan jasa pemandu.

Supaya enak dan jelas saya tanya saja di awal, “Berapa Pak tarif jasa menggunakan pemandu?” Kemudian bapak pemandu yang saya taksir usianya sudah 60 tahun menjawab, “Saya tidak boleh mengenakan tarif Bu, seikhlasnya saja” Oh ya sudah… baiklah.

Kami mulai menyusuri lorong dari tempat becak kami berhenti menuju Istana Air Taman Sari Jogjakarta. Sebelum tiba di Istana Air Taman Sari Jogjakarta, Bapak pemandu menjelaskan mengenai tembok istana, mana yang asli dan mana yang sudah tambahan.

Jogjakarta saat itu sedang long weekend, jadi jangan harap bisa foto-foto cantik di Istana Air Taman Sari Jogjakarta, dimanapun kami berada, selalu ada orang lain sebagai background foto, kecuali saat kedua Kiddos berada di dalam sebuah bangunan. Tapi mereka kok tampangnya bt amat ya, saat menunggu saya antre membeli tiket masuk.

Kemudian kami pun masuk ke dalam kompleks Istana Air Taman Sari. Bapak pemandu menjelaskan bahwa istana ini dulunya merupakan villa bagi Sultan. Ada tiga tempat pemandian di dalamnya, satu adalah bagian dimana semua selir berenang, satu adalah kolam untuk putri raja, dan satunya adalah bagian yang private.

Di saat para selir berendam, agar adil, Sultan akan melemparkan bunga kepada salah satu selir yang dipilih, dari gedung bertingkat (menara) yang dapat dilihat pada foto di bawah ini. Sultan serta selir yang terpilih akan berendam di kolam yang lebih kecil.

Kami juga masuk ke kolam yang dulunya adalah area private. Susah juga menjelaskan apa arti kata “selir”, dan juga menjawab ketika Kiddos#1 bertanya, “Kenapa Sultan itu istrinya banyak?” Saya jelaskan saja, “Itu kan dulu Kak..”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here