Museum House Of Sampoerna

0
203

Assalamualaikum Wr. Wb

Rokok Sampoerna punya sejarah panjang dari tahun 1913 ketika Liem Seeng Tee memulai bisnisnya sebagai bisnis rumahan dan penjualan eceran rokok Kretek.

Auditorium sentral bangunan ini yang difungsikan menjadi museum. Bagian timur gedung  difungsikan sebagai ruangan untuk kafe, kios merchandise dan galeri seni. Sedangkan, bangunan di sisi barat tetap menjadi rumah tinggal keluarga pemilik.

Kunjungan ke Museum House of Sampoerna (HOS) menawarkan pengalaman yang benar-benar unik bagi pengunjung. Mulai dari cerita tentang keluarga pendiri, sampai melihat dari dekat proses pembuatan rokok linting yang masih dilakukan secara manual. Rokok yang di produksi di gedung ini adalah merek Dji Sam Soe.

Bangunan museum yang didirikan pada tahun 1862 ini awalnya digunakan sebagai panti asuhan. Namun, pada tahun 1932, bangunan ini dibeli oleh pemilik perusahaan rokok Sampoerna, yaitu Lim Seeng Tee, untuk dijadikan lokasi pembuatan rokok Sampoerna pertama kalinya.

Saat ini, gedung ini masih berfungsi sebagai tempat produksi salah satu produk rokok paling bergengsi di Indonesia, Dji Sam Soe.

Dalam peringatan ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks utama selesai renovasi dan terbuka untuk umum difungsikans  bagai Museum.

Ketika kaki melangkah masuk ke dalam museum, aroma cengkeh akan menyambut kunjungan Pengunjung. Bangunan ini berdiri dengan dua lantai, lantai pertama menjadi ruang pameran untuk segala hal yang berkaitan dengan produksi rokok Sampoerna.

Mulai jenis kenis beberapa cengkeh yang digunakan untuk membuat rokok, pemantik rokok, replika warung rokok, alat pembuat, deretan foto, hingga sepeda tua. Perlengkapan produksi dan jualan rokok tradisional ituadalah peralatan yang digunakan pendiri Sampoerna untuk berjualan rokok. Di sini juga ada dipamerkan peralatan marching band. Semacam kegiatan ekstrakurikuler bagi para karyawan Sampoerna di masa lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here