Backpacker ke Taman Sari

0
69

Assalamualaikum Wr. Wb

Siang yang terik. Kali ini perjalananku ditemani mobil butut keluaran tahun 1994. Kota Jogja menjadi tujuan perjalananku. Jogja sebagai kota budaya tak akan pernah habis digali dan dijelajahi. Tempat-tempat wisatanya demikian menarik dan menyuguhkan pemandangan yang terasa mengagumkan. Salah satu ikon kota Jogja adalah Keraton. Entah mengapa, siang ini aku tidak tertarik mengunjungi keraton. Aku justru tertarik untuk menikmati keindahan Tamansari.

Tamansari bisa diartikan sebagi taman yang indah. Tamansari adalah taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya.

Siang ini, Taman sari cukup ramai dikunjungi. Tidak hanya wisatawan domestik, namun ada banyak juga wisatawan manca negara yang datang ke Tamansari. Maklum saja, jarak Tamansari dengan keraton sangatlah dekat. Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta.

Setelah membayar retribusi sebesar Rp 3.000,- aku segara masuk dan menjelahi Tamansari. Ada seorang bapak yang ikut menemani dan menceritakan banyak hal tentang keunikan Tamansari. Ada yang terasa aneh dan unik ketika aku mulai masuk ke dalam kompleks. Gaya arsitektur taman sari sangatlah berbeda sebab arsitek bangunan ini adalah bangsa Portugis. Sepintas kilas bangunan ini menunjukkan seni arsitektur Eropa yang sangat kuat. Meski demikian, makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Penggabungan dua unsur inilah yang menarik dari bangunan yang ada di tamansari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here