Backpacker ke Nusa Penida | Paket Tour Nusa Penida

0
156

Assalamualaikum Wr. Wb

Awalnya, kami merencanakan ke Nusa Penida lewat pelabuhan Sanur. Tapi, Tjana Homestay dalam brosurnya, dapat membantu pesan tiket kapal ke Nusa Penida. Kapal berangkat dari pelabuhan Tribuana, Kusamba. Katanya, biaya sudah termasuk antar jemput dari homestay ke pelabuhan Tribuana.

Tiket Kapal (Dokpri)

Saya baru tahu untuk menuju ke Nusa Lembongan dan Nusa Penida, selain lewat pelabuhan Sanur, dan pelabuhan Padang Bai, bisa berangkat dari pelabuhan Tribuana, pantai Kusamba, Klungkung.

Akses ke pelabuhan Tribuana ini relatif dekat dari Denpasar, hanya berjarak 33 km atau 15 menit perjalanan dan dari Bandara Ngurah Rai sekitar 1 jam dan berjarak 46 km. Kalau anda pernah ke Gua Lawah, ke pelabuhan Tribuana hanya berjarak 2 km atau 5 menit perjalanan.

Dermaga Tribuana (Dokpri)

Putri Island Fastboat yang membawa kami ke Nusa Penida, berukuran sedang dan berkapasitas hanya 60 orang. Kapal ini berhenti di Nusa Lembongan untuk menurunkan beberapa penumpang. Penumpang kapal didominasi oleh turis-turis mancanegara yang saya tahu dari Pilipina, India, Italia, China dan Australia.

Sekitar 40 menit, kapal sudah berlabuh di Toyapakeh, Nusa Penida. Sambil menggendong tas ransel masing-masing, kami mampir ke warung untuk sarapan.

Homestay Murah

Saat di warung, Jay memesan homestay lewat hapenya. Saya lihat, ternyata banyak pilihan penginapan di Nusa Penida dengan harga yang bervariasi. Akhirnya Jay memilih bungalow yang harganya di bawah 200 ribu dan dapat di Jona Bungalow, Desa Sakti. Harga murah ini didapat karena poin diskon dari Booking.com Sewa Sepeda Motor Keliling Nusa Penida

Jalan menuju ke lokasi wisata, terbilang sudah beraspal. Kecuali sebagian jalan menuju ke Broken Beach. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena selain jalannya menurun dan berbatu kasar. Di jalan ini, sepeda motor yang saya pakai terpeleset sehingga kami berdua jatuh dan lecet-lecet pada kaki.

Siang itu, setelah check-in di Jona Bungalow, kami langsung tancap gas menuju ke Chrystal Beach, lalu ke Kelingking Beach. Esok harinya (22/12) sebelum pulang kami menuju ke Broken Beach dan dilanjutkan menyusuri jalan pantai hingga di Pelabuhan Tradisional Sampalan.

Di pantai Chrystal, wisatawan bisa berenang di sekitar pantai atau snorkeling di dekat pulau yang berlubang dengan menyewa perahu. Wisatawan juga bisa sewa payung pantai untuk berteduh. Keelokkan saat matahari terbenam, bisa dinikmati di pantai ini.

Berbeda dengan pantai Chrystal, pantai Kelingking lebih menyuguhkan keindahan perbukitan di pinggir pantai. Anda harus turun ke bawah untuk sampai ke pasir putih pantainya.

“Saya mau turun ke bawah dan berenang di pantai karena pasirnya putih dan airnya bersih” kata Jay kepada saya sambil membayangkan kontur tanahnya yang bertebing dan jalannya yang menurun curam. “Bisa turun tetapi tidak bisa naik” batin saya mengingat badan saya yang cukup berat.

Meski dilihat dari atas, keindahan pantai Kelingking yang berpasir putih dengan busa ombaknya yang putih dan air laut berwarna hijau tosca, memicu tangan saya untuk mengambil foto. Dalam benak saya, foto pantai ini akan saya pakai sebagai wallpaper hape saya.

Kami meninggalkan lokasi pantai Kelingking setelah matahari terbenam. Saat “sunset” kami sempat menikmati indahnya perpaduan warna langit semburat merah menerpa di atas permukaan air laut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here